Sunflower is Here!


Halo Good People! Ceilah. Bagaimana nih kabarnya hari ini? Bagaimanapun keadaannya, semoga hari kamu bahagia yaa. Aamiin. Jadi di episode (?) kali ini saya akan membagikan pengalaman pribadi saat diterima kerja di salah satu perusahaan HTI (Hutan Tanaman Industri) di Indonesia. Sebelum saya jelasin lebih lanjut bagaimana proses rekrutmennya, lebih baik saya jelasin dulu kali ya apa itu PT SBA Woods Industries.

PT SBA Woods Industries merupakan salah satu  partner/mitra perusahaan Sinarmas Forestry yang berlokasi di Ogan Komering Ilir - Palembang, Sumatera Selatan. Jenis tanaman yang ditanam dalam areal ini adalah jenis tanaman cepat tumbuh yakni Akasia dan Eukaliptus. Seperti perusahaan HTI pada umumnya, perusahaan ini memproduksi kayu log yang nantinya akan dikirim untuk diolah menjadi barang siap pakai yang biasa kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari seperti buku dan tissu.

Nah, itu dia sedikit penjelasan dari saya kalo ada yang pengen tahu lebih lanjut bisa searching sendiri yaa.  Jadi, awalnya saya tahu ada lowongan ini iseng dari instagram dengan hashtag #lokerkehutanan. Maklum cui, saya lulusan kehutanan. Saat itu memang nggak banyak lowongan yang muncul (sekarang juga sih, HAHA) jadi ya saya cari yang paling terbaru. Jebret, muncullah lowongan asisten nursery yang kualifikasinya cocok banget sama saya.

Tanpa babibu haheho saya langsung mengirim lamaran ke alamat email yang tertera dengan melampirkan (attachment)  berkas yang diminta recruiter. Setelah kurang lebih seminggu, tiba-tiba ada email masuk dari domain resmi perusahaan. Isi emailnya terdiri dari link pengerjaan tes (kalo gasalah ada 3 subtes) sama waktu dan tata cara pengerjaan tesnya. Waktu buka subtes pertama saya sempet ngeblank ngeliat tulisan SINARMAS FORESTRY. Saya fikir, "Sejak kapan saya daftar kesitu?"... Saya benar-benar lupa kalo SBA ini mitra mereka. Setelah sadar dari temporarily shock, akhirnya saya ketawa ketiwi sendiri dan langsung fokus mengerjakan.

Tipe soalnya umum terdiri dari tes spasial, tes logika, tes verbal, tes psikologi dan angka. Jumlah soal yang ada juga cukup banyak dan waktu yang diberikan sangat mepet sekali pemirsa. Bisalah bikin awak kalen semua keringet dingin dan hati dugun-dugun. Tapi kuncinya tetap satu yakni YAQIN. Setelah waktu habis dan selesai submit jawaban berhasil berarti tahap tes tersebut sudah selesai. Saat itu saya ingat hanya bisa menjawab beberapa soal jadi ya seperti biasanya, saya pasrah. Karena lebih baik berserah pasrah daripada berharap dan berujung resah. Anjay.

Setelah dua minggu pengerjaan tes, saya mendapat email masuk dari PT SBA bahwa saya lolos dan berhak mengikuti tes selanjutnya yakni interview. Saat itu interview dilakukan secara daring mengingat kondisi yang tidak memungkinkan untuk interview secara langsung. Proses interview tergolong santai dan ternyata itu sekaligus interview USER. Buat yang belum tahu, interview biasanya dilakukan dengan HR (Human Ressources) terlebih dahulu baru ke User (Setingkat manager atau bahkan direktur). Saat itu pertanyaannya sesuai dengan yang saya lamar yakni mengenai nursery (pembibitan). User bilang kalau nanti lolos akan dihubungi oleh HR maksimal 2 minggu hari kerja.

Saat menunggu pengumuman, ternyata saya terpapar virus Covid-19 gaes. Bisa kamu bayangkan kondisi saya saat itu udah jomblo, galau duitnya dikit, eh kena copid pula T.T Alhamdulillah sekarang sudah sembuh, pengalaman sembuh dari virus ini bisa dilihat di postingan saya sebelumnya. Balik ke topik utama, setelah 2 hari dinyatakan positif copid ternyata saya lolos seleksi ini. Alhamdulillah..

Namun saya tidak jadi berangkat karena ada alasan pribadi yang tidak bisa saya sampaikan disini. Bukan karena benefitnya kurang, bukan kok hehe. Menurut saya benefit yang diberikan justru lumayan untuk fresh graduate minim pengalaman seperti saya. Alesannya karena...... hm... aku serahkan ke kalian deh alias back to your imagination^^

Sekian cerita saya kali ini, kalau ada yang mau ditanyakan bisa komen di bawah yaa. Tips dari saya tetap semangat dan terus berusaha. Saat capek wajar istirahat, namun jangan sampai ada kata menyerah ya. Ingat, rezeki tidak ada yang tertukar. Boleh jadi Allah tidak memberikan apa yang kita inginkan sekarang karena Allah ingin menunjukkan  apa yang kita butuhkan. Karena sesungguhnya Allah lebih mengetahui kebutuhan hamba-hambaNya daripada hambaNya sendiri. Terima kasih

Apa yang kamu fikirkan jika mendengar istilah lahan gambut? Bagi seseorang yang tinggal di daerah luar Jawa pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah tersebut. Hal itu dikarenakan lahan gambut di Indonesia hanya bisa ditemukan di beberapa daerah di Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua. Jadi apasih sebenarnya gambut itu? Lalu apa saja fakta seputar lahan gambut di Indonesia? 

Yuk simak uraiannya berikut ini.


Sumber : trubus.id

1. Bahan Utamanya dari Biomassa Tumbuhan 

Hutan gambut merupakan salah satu tipe hutan yang memiliki karakteristik khusus berbeda dari tipe hutan lainnya. Menurut Badan Sertifikasi Nasional (2013), lahan gambut merupakan lahan dengan tanah jenuh air, terbentuk dari endapan yang berasal dari penumpukkan sisa-sisa jaringan tumbuhan masa lampau yang melapuk, dengan ketebalan lebih dari 50 cm. Proses dekomposisi antara oksigen dan mikroba terhadap residu tumbuhan tidak berlangsung sempurna akibat kondisi tanah jenuh air, sehingga penumpukan residu (sisa-sisa) tumbuhan terjadi. Residu tanaman pada tempat dan waktu tertentu itulah yang biasa disebut dengan biomassa tumbuhan. 

 2. Sungai di Sekitar Berwarna Hitam 

Tumbuhan gambut banyak menghasilkan kandungan tanin, yaitu senyawa polifenol yang memberi rasa pahit. Kandungan tanin dari bahan organik (serasah, ranting dan kayu) yang terlarut dalam air hujan menjadikan air yang tergenang di rawa-rawa dan rawa gambut berwarna coklat kehitaman seperti air teh. Kandungan tanin yang tinggi pada air akan membuat warna air hitam. 

 3. Tidak Semua Tumbuhan dapat Tumbuh 

Kondisi lahan yang tergenang tentu saja berpengaruh pada fungsi fisiologis suatu tumbuhan. Hal inilah yang mengakibatkan hanya beberapa tumbuhan yang tahan (toleran) tumbuh di atasnya. Jenis pohon yang tumbuh di hutan gambut sangat khas, misalnya: Jelutung rawa, Ramin, Kempas , Pulai, Terentang, Bungur, dan Nyatoh. 

 4. Memiliki Tingkat Kematangan 

Tidak seperti tanah biasanya, tanah gambut memiliki 3 tingkat kematangan yang berbeda. Berdasarkan tingkat kematangannya, gambut dibedakan menjadi fibrik (mentah), hemik (setengah matang) dan saprik (matang). Tingkat kematangan tersebut menjadi faktor penentu kesesuaian gambut untuk pengembangan pertanian dan kehutanan. Semakin tinggi tingkat kematangan gambut, biasanya juga memiliki tingkat kesuburan yang tinggi juga. 

 5. Penyumbang Emisi CO2 

Agar lahan gambut dapat digunakan, perlu dilakukan proses drainase agar kondisi gambut dari anaerob (miskin oksigen) menjadi aerob (kaya oksigen) sehingga mikroba pembusuk (decomposer) menjadi lebih aktif. Secara tidak langsung, siklus surut dan pengeringan gambut akan menjadi sumber emisi CO2 yang akan terus berlangsung dari waktu ke waktu. 

Itulah 5 hal yang perlu kamu ketahui mengenai lahan gambut di Indonesia. Semoga setelah mengetahui beberapa fakta diatas dapat menjadi salah satu alasan agar kita semua lebih aware terhadap lingkungan ya. Mari bersama lindungi lahan gambut agar bumi tetap lestari. Salam lestari.

Apakah kamu familiar dengan judul diatas? Jika tidak sini saya kasih tau. Judul diatas diambil dari lirik salah satu lagu karya penyanyi favorit saya, si ibu peri, Nadin Amizah. Bedanya lirik dari lagu dengan judul Bertaut aslinya berbunyi

"Bun, hidup berjalan seperti bajingan. Seperti landak yang tak punya teman". 

Bajingan menurut KBBI adalah kata sifat berisi umpatan yang berarti kurang ajar. Hmm, cukup menarik. Tapi meskipun menarik, semoga tidak benar-benar dipakai dalam memaknai kehidupan sehari-hari ya. Seperti kata Muhammad Agus Syafii, “Jangan kurangi pahalamu hari ini dengan mengeluh, mengumpat, menimbun dendam, karena hingga senja hanya kelelahan yang kau rasa.”

Kenapa saya ganti dengan gasingan? Karena menurut saya, hidup itu bukan selalu berisi umpatan. Meskipun tidak jarang juga rasanya sesekali ingin mengumpat *lol*. Gasingan merupakan salah satu permainan yang dimainkan anak-anak hingga orang dewasa. Mainan ini berputar pada poros dan berkesetimbangan pada satu titik. Gasingan biasanya berputar terhuyung-huyung terlebih dahulu sebelum mengalami titik seimbang. Lalu gasing akan berhenti apabila sudah tidak ada gaya yang mendorong gasing untuk terus berputar. 

Saat gasingan dimainkan, hal itulah yang memiliki kesamaan seperti kehidupan. Poros dari kehidupan manusia adalah keyakinan yang kita pegang. Secara tidak sadar, kehidupan kita tidak akan berjauhan dengan apa yang kita yakini tersebut. Saat memainkan peran kehidupan, kadang kala kita mengalami naik dan turun sebelum mengalami fase keseimbangan. Pun sama seperti gasingan, manusia akan tiba saatnya berhenti jika waktu yang diberikan olehNya sudah habis. 

Nah dari tadi saya jelaskan persamaannya. Sekarang ada nggaksih bedanya gasingan dengan kehidupan kita? Ya tentu saja ada. Banyak. Tapi disini saya hanya akan membahas satu perbedaan. Gasingan adalah benda mati yang hanya pasrah menerima semua perlakuan oleh orang yang memainkannya. Arah dan putarannya sudah ada yang mengatur, gasingan tidak bisa semaunya sendiri melawan gaya yang diberikan. Sedangkan kehidupan diatur oleh Tuhan YME. Manusia masih bisa menjalani takdir kehidupan sesuai dengan apa yang dia kehendaki, yang tentu saja sesuai dengan konsekuensinya.

Jadi gimana nih, kamu mau memaknai hidup seperti bajingan atau gasingan?

Malam itu adalah malam terakhir di tahun 2020. Tidak seperti biasanya, di rumahku sudah terlihat tidak ada tanda adanya aktivitas. Padahal jam yang kulihat baru menunjukkan angka 20.30 WIB. 

"Huh, aku ingin ikut yang lain bakar-bakar sate di rumah Bude", gumamku pada diri sendiri di dalam kamar. Sayangnya, saat itu juga hati kecilku otomatis mencelos, "Sayangi dirimu sendiri De, kamu kan lagi sakit."

Benar, tanggal 31 Desember 2020 kami sekeluarga sudah mulai mengalami sakit "flu". Meskipun merasa itu adalah hal yang biasa, namun keluarga kami mulai menerapkan protokol kesehatan di dalam rumah. Mengingat penyebaran virus Covid-19 di kota kami yang semakin meningkat saat itu. 

Bapak berpisah kamar dari Mama yang awalnya berada di dalam kamar yang sama. Saat itu juga, belum ada sesuatu yang mencurigakan tentang penyakit kami. Pergantian malam tahun baru kami yang biasanya masih terjaga entah hanya untuk 'menikmati momen' atau bersiap 'melambungkan harapan baru' malam itu tidak kami lakukan. Kami semua berada di kamar masing-masing untuk beristirahat lebih awal.

Esok paginya seperti biasa aku membersihkan rumah sebelum jam 6. Mama tiba-tiba mengeluh tidak bisa mencium apapun saat keluar dari kamar mandi. Saat itulah muncul dugaan kami bahwa ini (bisa saja) menjadi salah satu gejala Mama terpapar virus Covid-19. Anosmia namanya. Menurut Huriyati dan Nelvia (2014) anosmia merupakan salah satu penyakit yang menyerang system pernafasan atas (hidung) yang ditandai dengan gejala kehilangan fungsi penghidu (penciuman).

Tidak menunggu lama, Mama menghubungi temannya yang berprofesi sebagai Dokter untuk meminta konsultasi secara online. Kami bersyukur Dokter Farida yang ternyata menjabat sebagai Kepala Puskesmas Babadan sangat responsif. Beliau langsung meminta kami agar tetap tenang sembari menjelaskan beberapa opsi jika saja benar kami positif Covid-19. Siangnya, beliau mengirim obat (husnul hindi, vit C, dan beberapa obat lain) melalui abang gojek. 

Sumber: djkn.kemenkeu.go.id

Untuk menjawab keraguan kami, keluarga kami yang lain menyarankan melakukan swab PCR di rumah sakit terdekat. Swab PCR dilakukan dengan memasukkan alat swab untuk hidung dan tenggorokan. Setelah melakukan swab PCR, benar saja esok paginya kami dihubungi bahwa kami sekeluarga dinyatakan positif Covid-19. 

Apakah kami panik? Tentu saja. Namun entah dorongan dari mana aku bisa berfikir jernih dan mulai memotivasi orangtuaku bahwa kepanikan tidak akan menyembuhkan penyakit ini. Rata-rata hasil CT dari swab PCR keluargaku menunjukkan bahwa virus yang ada sudah tergolong non-infeksious sehingga oleh Dr. Farida disarankan untuk isolasi mandiri di rumah selama 10 hari. Isolasi bisa ditambah 5 hari menjadi 15 hari jika pasien masih memiliki gejala seperti sesak nafas, demam dan batuk.

Selama 10 hari kami jalani dengan berbagai aktivitas agar meningkatkan kekebalan tubuh. Olahraga pagi dan berjemur sebelum jam 10 rutin kami lakukan. Selain itu, asupan makanan bergizi seperti buah-buahan, sayur mayur terus kami konsumsi. Alhamdulillah. Setelah beberapa hari dinyatakan positif, kondisi Mama yang awalnya paling buruk semakin membaik. Untuk kondisiku, adik dan Bapak jauh lebih baik dari sebelumnya. 

Hal yang ingin aku syukuri disini bahwa dari awal sakit sekitar tanggal 29 Desember 2020 kami sudah menerapkan protokol kesehatan. Kami memakai masker (meskipun di dalam rumah), tidak keluar rumah sama sekali dan olahraga rutin sehingga akan mengurangi kemungkinan orang di sekitarku terkena paparan virus. Terima kasih kepada seluruh keluarga, tetangga dan teman-teman yang setiap hari selalu mengirimkan doa dan semangat. It really means a lot to me❤ 

Semoga bisa dijadikan pelajaran bagi semua yang membaca ini. Selalu patuhi 5 M (Memakai masker, Mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, serta Membatasi mobilisasi dan interaksi) ya. Semoga Tuhan YME juga selalu melindungi kita semua dimanapun kita berada. Aamiin🙏. Last but not least, kalau ada pertanyaan boleh komen di bawah🌻 
Jika kalian sedang liburan ke Dieng, Jawa Tengah tidak ada salahnya untuk mencoba salah satu makanan khas daerahnya. Mie Ongklok. Mie berwarna coklat dengan tekstur lembek yang memiliki kuah dengan tekstur kental. Meskipun tampilannya sedikit membuat orang ragu untuk mencobanya, namun siapa sangka rasanya sangat nikmat.

Sumber: m.solopos.com

Perpaduan kuah kental yang kaya akan bumbu rempah dengan mie menjadi perpaduan yang indah hanya untuk sekedar dibayangkan. Apalagi jika menikmatinya di saat pagi atau malam hari saat kondisi suhu di bawah rata-rata. Kehangatan mie yang dikonsumsi akan otomatis menjalar ke dalam tubuh.

Terdapat pilihan topping tambahan untuk penyajiannya seperti sate ayam, sate kelinci maupun telur dadar. Tempe goreng juga dapat menjadi alternative yang dapat dinikmati bersama mie ongklok agar perut lebih kenyang. Untuk minumnya, kalian bisa memesan kopi panas, teh hangat atau bisa juga coklat panas. 

Kalian tidak perlu khawatir kesulitan mencari makanan ini karena hampir setiap warung yang ada di Dieng memiliki menu ini. Harga mie ongklok juga tergolong terjangkau yakni dari 10k-20k tergantung tambahan topping yang digunakan. Selamat mencoba💗


Pernahkah kamu tersenyum sendiri ketika mengingat suatu hal yang sebelumnya pernah terjadi? Merangkai memori demi memori indah yang sayangnya hanya bisa dibayangkan saat ini. Ajaibnya, kamu tidak membutuhkan usaha apapun untuk melengkapi potongan demi potongan dari memori indah itu. Potongan itu secara sukarela saling berebutan muncul di kepala. 

Jika pernah, selamat. Setidaknya kamu memiliki memori indah yang bisa dijadikan sebagai pegangan saat mengalami masa-masa sulit, bahkan saat berada di titik terendah hidup. Saat memori itu muncul, rasa bahagia menjalar dari dalam hati yang menyebar ke seluruh aliran darah dalam tubuh. Perasaan bahagia yang otomatis menguatkan hati yang tegar agar tetap bertahan.

Sumber: republika.co.id

Semua orang termasuk kamu memiliki memori indah yang berbeda, dari yang paling sederhana sampai yang paling rumit. Saking sederhananya hingga orang lain yang tahu akan bertanya-tanya mengapa memori sederhana itu menempel erat di hatimu. Sesederhana melihat seorang anak kecil dan ayahnya yang bersenda gurau bersama tidak menghiraukan dunia yang berputar di sekitarnya. YA, kamu pernah menjadi anak kecil itu. Menjadi manusia terbahagia karena memiliki seorang ayah yang penyayang, tersenyum seolah-olah kamulah manusia paling berharga yang harus dilindungi di dunia ini. 

Namun ingat, tidak semua manusia bisa merasakan masa kecil yang sama denganmu. Tentu saja ada yang terlahir memiliki malaikat penjaga namun tidak menjaga. Tapi itu bukanlah kemampuan mereka untuk memilih, untuk memiliki malaikat penjaga atau malaikat yang lupa akan tugasnya menjaga. Itu semua diluar kuasa, karena yang diatas sudah mengatur jauh hari sebelum kita semua ada.

Membicarakan malaikat penjaga, aku sangat bersyukur memiliki malaikat penjaga yang lengkap yang mendampingiku berjalan melewati tingkatan-tingkatan kehidupan. Aku tidak mengajak kalian ikut mensyukuri milikku, namun aku hanya ingin berbagi nikmat yang telah dititipkanNya kepadaku. Percayalah, meskipun kadang kala kita berfikir mengapa malaikat penjaga kita berbeda dan tidak seperti yang kita harapkan, itu semua hanyalah fikiran percuma yang hanya membunuh waktu sia-sia.

Jikalau mau memikirkan lebih jauh, kita tidak akan bisa mendapatkan memori indah maupun pahit tanpa kehadiran mereka. Jadi, untuk apa harapan itu kita berikan kepada mereka saat alasan utama kita berada disini pun karena adanya mereka. Bagaimana jika mulai saat ini kita yang menciptakan memori indah untuk mereka dengan menjaga, karena sebenar-benarnya kebahagiaan itu berada disana. Kebahagiaan itu, milikmu.


Beranda


ABOUT AUTHOR

Hai saya Dea, anak(?) kelahiran 97' yang punya hobi baca AU, Wattpad, AO3 di saat senggang.
Saya paling suka dengerin lagu Ariana Grande, Ash Island, iKON7, Keshi, Jessie J, Nadin Amizah,The Script, The 1975, Tulus, SZA, dan masih banyak lagi HAHA.
Kalau mau rekomendasi lagu, bahas issue terkini, atau pengen diskusi bareng kenapa cicak-cicak di dinding bisa hubungi saya lewat email ya.
Terima Kasih sudah mampir 


CATEGORIES

  • Author's Opinion
  • Author's Story
  • Food Review
  • Forestry


CONTACT ME

Email : ajengadiandra@gmail.com

Copyright © 2016 Sunflower is Here! . Created by OddThemes