Bun, Hidup Berjalan Seperti Gasingan
Apakah kamu familiar dengan judul diatas? Jika tidak sini saya kasih tau. Judul diatas diambil dari lirik salah satu lagu karya penyanyi favorit saya, si ibu peri, Nadin Amizah. Bedanya lirik dari lagu dengan judul Bertaut aslinya berbunyi
"Bun, hidup berjalan seperti bajingan. Seperti landak yang tak punya teman".
Bajingan menurut KBBI adalah kata sifat berisi umpatan yang berarti kurang ajar. Hmm, cukup menarik. Tapi meskipun menarik, semoga tidak benar-benar dipakai dalam memaknai kehidupan sehari-hari ya. Seperti kata Muhammad Agus Syafii, “Jangan kurangi pahalamu hari ini dengan mengeluh, mengumpat, menimbun dendam, karena hingga senja hanya kelelahan yang kau rasa.”
Kenapa saya ganti dengan gasingan? Karena menurut saya, hidup itu bukan selalu berisi umpatan. Meskipun tidak jarang juga rasanya sesekali ingin mengumpat *lol*. Gasingan merupakan salah satu permainan yang dimainkan anak-anak hingga orang dewasa. Mainan ini berputar pada poros dan berkesetimbangan pada satu titik. Gasingan biasanya berputar terhuyung-huyung terlebih dahulu sebelum mengalami titik seimbang. Lalu gasing akan berhenti apabila sudah tidak ada gaya yang mendorong gasing untuk terus berputar.
Saat gasingan dimainkan, hal itulah yang memiliki kesamaan seperti kehidupan. Poros dari kehidupan manusia adalah keyakinan yang kita pegang. Secara tidak sadar, kehidupan kita tidak akan berjauhan dengan apa yang kita yakini tersebut. Saat memainkan peran kehidupan, kadang kala kita mengalami naik dan turun sebelum mengalami fase keseimbangan. Pun sama seperti gasingan, manusia akan tiba saatnya berhenti jika waktu yang diberikan olehNya sudah habis.
Nah dari tadi saya jelaskan persamaannya. Sekarang ada nggaksih bedanya gasingan dengan kehidupan kita? Ya tentu saja ada. Banyak. Tapi disini saya hanya akan membahas satu perbedaan. Gasingan adalah benda mati yang hanya pasrah menerima semua perlakuan oleh orang yang memainkannya. Arah dan putarannya sudah ada yang mengatur, gasingan tidak bisa semaunya sendiri melawan gaya yang diberikan. Sedangkan kehidupan diatur oleh Tuhan YME. Manusia masih bisa menjalani takdir kehidupan sesuai dengan apa yang dia kehendaki, yang tentu saja sesuai dengan konsekuensinya.
Jadi gimana nih, kamu mau memaknai hidup seperti bajingan atau gasingan?

2 comments
hallo mbak ponorogo, hehe, sampe skrg ak ga tau kenapa cicak cicak bisa di dinding.. Jessie J ,The 1975 oke juga.. dan ga tau kenapa aku suka baca smua tulisan nya. hehe.. mungkin bisa nambah lg tulisan nya ttg Srory of Life, di tunggu..
BalasHapusHallo mas Adji wong pemali wakaka sebelumnya matursuwun udah mampir^^ Akupun juga pengen nambah tulisan jadi bismillah semoga soon ada tulisan baru hehe
Hapus